Beberapa hari ini Saya dibuat malu sendiri. Kejadian ini benar-benar menyadarkan betapa masih banyak orang disekitar peduli dengan Saya.
Menghindari terjebak macet, ketika pulang dari kantor, Saya menggunakan sepeda motor. Saya akui, lebih praktis. Perjalanan dari kantor ke rumah cuma membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Saya bisa menerobos barisan kendaraan yang terjebak macet, karena ulah pengendara yang tidak taat peraturan. Disamping itu, memakai sepeda motor lebih hemat. Dengan Rp 15.000 cukup untuk tiga hari.
Sepeda motor jenis matic yang Saya tunggangi, sejak sebulan lalu nomor platnya hampir lepas. Mur dan baut yang mengikat, satunya hilang. Saya sudah tahu, dan menyadarinya.
Saya tidak langsung mengganti mur dan baut yang hilang. Baut dan mur satunya yang masih ada, Saya kuatkan lagi. Menurut Saya, satu mur dan baut saja sudah cukup.
Karena, cuma ada satu baut, plat sepeda motor Saya tidak bisa terpasang dengan lurus. Miring ke sebelah kiri. Tapi dijamin tidak akan lepas. Itu sudah terbukti.
Nah, inilah yang membuat Saya sangat terharu. Beberapa pengendara sempat menghentikan Saya saat melaju dijalan. “Kak, plat motornyanya hampir lepas,” ujar seorang siswa SMA (menggunakan seragam putih abu-abu) yang mengendarai sepeda motor juga.
Saya sempat menepi dan menghentikan sepeda motor. Mendengar pemberitahuan yang disampaikan Saya hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Tak enak hati, Saya pun menoleh ke plat motor Saya yang dimaksud.
Hari berlalu. Besoknya, kejadian serupa terulang lagi. Kali ini yang memberitahu, cewek yang masih cukup muda. Dari atas kendaraannya, dengan sedikit mengeraskan suara, ” Kak plat motornya mau lepas” !
Kali ini, Saya benar-benar tersentak. Saya tersadar, betapa orang-orang yang ada di sekitar Saya begitu perhatian atas diri Saya. Saya menjadi bertanya, “Kenapa Saya justru cuek akan diri Saya sendiri?”
Toh, apa yang Saya lalukan ini memang tidak terlalu mengganggu. Namun, tidakkah hal tersebut bisa membuat orang lain celaka. Coba, kalau siswa dan cewek yang terganggu konsentrasinya karena perhatiannya tertuju ke plat kendaraan Saya yang miring jatuh atau menabrak.
Terkadang apa yang kita lakukan, kita kira tidak akan mengganggu orang lain. Mungkin juga tidak ada niat untuk membuat orang lain celaka. Mungkin juga itu membuat diri kita puas. Tapi kenyataanya ????????????
Terima kasih, kepada pengendara yang sudah mengingatkan Saya. Terima kasih atas perhatiannya, semoga selalu dalam lindungan Allah Yang Maha Kuasa.










