Masih Banyak Yang “Care”

Filed Under (CERITA) by darmawan on 02-05-2012

Tagged Under : , , ,

Beberapa hari ini Saya dibuat malu sendiri. Kejadian ini benar-benar menyadarkan betapa masih banyak orang disekitar peduli dengan Saya.

Menghindari terjebak macet, ketika pulang dari kantor, Saya menggunakan sepeda motor. Saya akui, lebih praktis. Perjalanan dari kantor ke rumah cuma membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Saya bisa menerobos barisan kendaraan yang terjebak macet, karena ulah pengendara yang tidak taat peraturan. Disamping itu, memakai sepeda motor lebih hemat. Dengan Rp 15.000 cukup untuk tiga hari.

Sepeda motor jenis matic yang Saya tunggangi, sejak sebulan lalu nomor platnya hampir lepas. Mur dan baut yang mengikat, satunya hilang. Saya sudah tahu, dan menyadarinya.

Saya tidak langsung mengganti mur dan baut yang hilang. Baut dan mur satunya yang masih ada, Saya kuatkan lagi. Menurut Saya, satu mur dan baut saja sudah cukup.

Karena, cuma ada satu baut, plat sepeda motor Saya tidak bisa terpasang dengan lurus. Miring ke sebelah kiri. Tapi dijamin tidak akan lepas. Itu sudah terbukti.

Nah, inilah yang membuat Saya sangat terharu. Beberapa pengendara sempat menghentikan Saya saat melaju dijalan. “Kak, plat motornyanya hampir lepas,” ujar seorang siswa SMA (menggunakan seragam putih abu-abu) yang mengendarai sepeda motor juga.

Saya sempat menepi dan menghentikan sepeda motor. Mendengar pemberitahuan yang disampaikan Saya hanya bisa tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Tak enak hati, Saya pun menoleh ke plat motor Saya yang dimaksud.

Hari berlalu. Besoknya, kejadian serupa terulang lagi. Kali ini yang memberitahu, cewek yang masih cukup muda. Dari atas kendaraannya, dengan sedikit mengeraskan suara, ” Kak plat motornya mau lepas” !

Kali ini, Saya benar-benar tersentak. Saya tersadar, betapa orang-orang yang ada di sekitar Saya begitu perhatian atas diri Saya. Saya menjadi bertanya, “Kenapa Saya justru cuek akan diri Saya sendiri?”

Toh, apa yang Saya lalukan ini memang tidak terlalu mengganggu. Namun, tidakkah hal tersebut bisa membuat orang lain celaka. Coba, kalau siswa dan cewek yang terganggu konsentrasinya karena perhatiannya tertuju ke plat kendaraan Saya yang miring jatuh atau menabrak.

Terkadang apa yang kita lakukan, kita kira tidak akan mengganggu orang lain. Mungkin juga tidak ada niat untuk membuat orang lain celaka. Mungkin juga itu membuat diri kita puas. Tapi kenyataanya ????????????

Terima kasih, kepada pengendara yang sudah mengingatkan Saya. Terima kasih atas perhatiannya, semoga selalu dalam lindungan Allah Yang Maha Kuasa.

Semua Suka SOTOJI

Filed Under (CERITA) by darmawan on 14-03-2012

Tagged Under : , ,

Selasa, 13 Maret, kemarin sebuah kiriman tiba di rumah Kami. Istri dan anak-anak, sedikit ragu menerima paket kiriman tersebut dari pengantar. Setelah di cek, benar paket tersebut dikirim untuk Saya, baru percaya bahwa paket tersebut tidak salah alamat.

b52ae27a8ec9a37881eb78b6f2e37406_asyik-079
Rasa penasaran pun memuncak, apa sih isinya? Anak Saya yang pertama langsung membuka bungkus paket. Sret…..sret…..sret…ternyata isinya tiga bungkus SOTOJI

Anak-anak girang tidak kepalang. Begitu Saya sampai di rumah sepulang kerja, langsung cerita kalau ada kiriman SOTOJI. Melihat kemasan yang berwarna hijau, Saya langsung tertarik untuk mencobanya. Dari kemasannya saja, sudah terlihat kesegarannya.

Istri Saya langsung memasak air untuk merebus SOTOJI. Setelah air mendidik, shoun (mie putih) dan jarum tiram langsung diceburkan. Bau jamur tiram langsung tercium.

Tidak memakan waktu lama. Mie dan jamur tiram siap diangkat. Bumbu yang sudah siap dimangkuk bercampur mie dan jamur. Aroma khas yang menggugah selerah langsung terhirup. “Eehmmm” kata anak-anak yang sudah tidak sabar ingin menyantap SOTOJI.
f3912728e5a59a3a269fe69ebb289f34_asyik-082
Kuah SOTOJI yang masih panas, menahan hasrat kami sekeluarga untuk menyeruput SOTOJI. “Tunggu sebentar lagi ya, masih panas” kata istriku.

a6cc9a8af997fd68772b903c6dff7ef2_asyik-085

Om Jay Lelaki Hebat

Filed Under (KISAH ASMARA) by darmawan on 18-12-2011

Tagged Under : , , ,

(lanjutan Juice Lady Escort)
Pagi yang cerah. Sinar matahari menerobos masuk ke dapur mungil di apartemen ku. Pas pada wajah ku yang sedang asyik menggoreng telur mata sapi untuk sarapan.

Aku bangun pagi hari ini. Jarang sekali aku bisa bangun pagi. Maklum saja, aku baru pulang kerja dini hari. Tapi semalam aku memang tidak masuk kerja, lagi libur.

“Uhuuuu, telur mata sapinya sudah siap. Saatnya sarapan,” ujar ku. Aku pun mulai menyuap nasi putih ditaburi bawang goreng dan potongan telur mata sapi ke mulut yang dilumuri kecap manis. Tak lupa teh manis hangat. Ini menu sarapan favoritku. Mudah dibuat tapi gizinya juga ada.

Sendiri di apartemen aku jadi teringat Om Jay. Bagiku Om Jay adalah lelaki hebat. Kehadiran Om Jay, telah membuat pandangan ku tentang sosok laki-laki sedikit lebih baik. Sebelumnya aku memang sedikit trauma dengan mahluk yang namanya laki-laki.

Aku terlahir dalam keluarga yang tidak begitu jelas. Hingga sekarang Aku tidak pernah tahu siapa ayahku. Ibuku masih merahasiakannya. Berulang kali aku bertanya, ibu semakin rapat menyimpannya.

Aku tidak tahu pasti kenapa ibu merahasiakannya. “Tidak perlu bertanya lagi siapa ayah mu, tanpa ayah mu ibu sudah bisa membesarkan kamu,” ketus ibu ketika aku bertanya.

Sikap ibu itu membuat aku menjadi benci dengan laki-laki. Aku beranggapan ibu sangat membeci laki-laki itu, sehingga tidak ada sedikit pun ruang dibenaknya untuk menyimpang kenangan bersama laki-laki yang telah menebar benih dirahimnya sebelum aku terlahir.

Kebencian ku terhadap mahluk yang sering digambarkan dengan tubuh yang tegap dan kekar itu bertambah ketika suatu hari ibu bercerita tentang hidupnya. Ibu sudah menikah delapan kali. Kini tinggal bersama suaminya yang ke delapan. Kisah ibu, suami pertamanya seorang tentara. Ibu benar-benar mencintai suaminya itu.

Ibu menikah diusia muda. Kala itu masih berumur 22 tahun. Pernikahan ibu dengan suami pertamanya bertahan selama tiga tahun. Mereka sangat mendambakan seorang anak, namun keinginan tersebut tidak jua kesampaian hingga usia ketiga tahun pernikahan mereka.

Persoalan tersebut sering kali menjadi pemicu pertengkaran antara mereka. Ibu selalu dipersalahkan. Dibilang wanita mandul dan diperlakukan kasar. Akhirnya mereka berpisah.

Tidak lama berselang setelah perceraiannya dengan suami pertama. Ibu menikah lagi. Kali ini dengan seorang wiraswastawan. Secara ekonomi ibu bisa hidup lebih baik. Semua kebutuhan ibu terpenuhi. Namun, dibalik kemewahan yang diraihnya itu, bathin ibu tersiksa.

Suami kedua ibu seorang yang mania seks. Ibu tersiksa karena harus melayani nafsu seks suaminya yang teramat besar itu. Perceraian pun diambil ibu untuk bebas dari penderitaan bathin.

Dua kali gagal dalam membina rumah tangga, Ibu mulai limbung. Ibu seakan kehilangan jati dirinya. Ibu mencari pelarian dan mencoba menghibur diri dengan pergi ketempat-tempat hiburan. Untungnya ibu masih punya banyak tabungan dari pemberian suami keduanya.

Pergaulan bebas telah mengenalkan ibu kepada banyak laki-laki. Ada yang cuma ingin bersenang-senang, ada juga yang serius. Ibu kembali menemukan lelaki idamannya, disaat keterpurukannya. Mereka menikah dibawah tangan (siri), namun gagal lagi. Hingga pernikahan dengan suaminya yang sekarang ini, ibu sudah menikah delapan kali.

Apakah diantara delapan laki-laki itu, satu diantaranya adalah ayah ku? ibu tidak pernah membenarkan pertanyaan ku itu. Ibu juga tidak pernah memberitahuku nama dan alamat delapan laki-laki yang telah menikah dengannya. Ingin aku bertanya kepada delapan laki-laki itu, apakah aku anak mereka?

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat aku sering bertengkar dengan ibu? Suatu hari terjadi pertengkaran hebat antara aku dan ibu. Aku benar-benar down, kala itu. Aku sempat tidak ingin pulang kerumah, dan hidup diluar. Beruntung aku bertemu dengan Om Jay.

Menurut Om Jay, aku ditemukannya dipinggir jalan ditengah malam buta. Kala itu kondisi ku tidak sadarkan diri. Om Jay membawa aku ke sebuah hotel. Siangnya Om Jay kembali ke hotel mengurus aku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan aku tanpa pertolongan Om Jay.

Terima kasih Om Jay.
(bersambung)

Juice, Lady Escort

Filed Under (KISAH ASMARA) by darmawan on 24-11-2011

Tagged Under : , ,

“Hai…….kenalkan Aku Juice”
“Ini hari pertama Aku bekerja sebagai lady escort”

Wanita-wanita yang ada di dalam ruang tempat itu memandangku dengan tatapan penuh arti. Aku tahu masing-masing mempunyai pendapat yang berbeda terhadap Aku. Terlihat jelas dari tatapan mata mereka.

Ada yang terlihat dengan jelas mengerutkan dahi, mencibir, bahkan tampak menggeleng-gelengkan kepala. Tapi ada juga yang tersenyum. Aku senang melihatnya dan membalas dengan senyuman. Namun Aku tak tahu juga apa arti sebenarnya dari senyumannya itu.

“Ehmmm…Aku tinggal di apartemen Asmara Indah”
“Untuk sementara ini, karena Aku tak tahu juga sampai kapan bisa tinggal disana”
“Apartemen itu disewakan Om Jay untukku”

Aku memanggilnya Om Jay, karena usianya memang hampir sama seperti Papaku. Meski Aku tak tahu juga berapa pastinya usia Papaku. Om Jay sekitar 20 tahun lebih tua dari Aku.

“Aku masih berusia 20 tahun”
“Aku masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta disini”
“Aku mengambil jurusan sekretaris”

Bagiku pendidikan tetap nomor satu. Selepas SMA Aku langsung kuliah. Aku memilih jurusan sekretaris, karena cita-citaku ingin menjadi sekretaris. Walaupun kadang banyak cerita miring tentang sosok seorang sekretaris, Aku tak peduli. Pekerjaan tersebut menurutku sangat cocok dengan karaterku yang lembut, pembersih dan gigih.

Aku memilih kuliah di universitas swasta biar bisa bekerja. Maklum, Aku hanya tinggal bersama ibuku, tapi sekarang kami tinggal terpisah. Ibu tinggal dirumah bersama suaminya yang baru. Aku memilih tinggal sendiri karena merasah risih bila tinggal bersama ibu dan suami barunya itu.

“Aduh ………maaf ya, kok Aku dari tadi ngomong terus”
“Juice……….! Ada tamu sudah menunggu”
Tiba-tiba ada panggilan dari operator. Aku pun bergegas setelah berpamitan dengan teman-teman yang masih menunggu tamu yang ingin ditemani malam itu.

Ya……. inilah pekerjaan baruku Lady Escort. Singkatnya aku menemani tamu yang ingin bernyanyi ataupun ngobrol. Tamu-tamu kebanyakan pria. Biasanya mereka berusia diatas 30 tahun.

Selintas pekerjaanku cukup ringan. Cuma sekedar menemani tamu yang ingin bernyanyi dan mengobrol. Tapi sebenarnya risikonya besar juga. Apalagi untuk tamu-tamu yang belum dikenal. Aku rentan sekali mendapat perlakuan tidak senonoh dari tamu-tamu pria itu.
(bersambung)

Biar Tidak Galau

Filed Under (1) by darmawan on 09-11-2011

Tagged Under : , , ,

Kata Galau atau Bimbang, kini sedang menjadi buah bibir di kalangan anak muda. Setidaknya, kata-kata tersebut banyak diucapkan host acara-acara musik atau reality show di tv dan radio.

Host sebuah radio di Palembang, berulang kali mengucapkan kata-kata tersebut. Waktu itu dalam perjalan mengantar anak ke sekolah saya mendengarkan radio untuk mengusir bosan ketika menunggu lampu hijau menyala. Karena ada anak saya dibangku samping kiri, saya memilih stasiun radio yang pangsa pasarnya anak muda.

(Ya, biar anak saya juga bisa menikmati dan tidak bete. Bisa-bisa hilang mood belajarnya lantaran kelamaan dijalan.)

Seorang pendengar memberi komentar di wall facebook stasiun radio tadi. Selain menginfokan aktivitas yang akan dijalaninya pada hari itu, pendengar tersebut juga memesan lagu yang ingin didengarnya.

“Putarin lagu Rindu miliknya Agnes Monica dong,” pinta pendengar itu. Host yang cuap-cuap langsung menanggapi, “duh kok lagu itu, masih pagi nih. Knapa lagi Galau ya?”

Pendengar lainnya, juga memesan lagu yang hampir sama. Lagu yang berkisah tentang kesedihan. Lagi-lagi host berkomentar “Kenapa bimbang ya” , “duh pagi-pagi udah galau” , “Janagan galau ah”

Kenapa ya? Apa benar banyak anak muda dinegeri ini yang sedang galau, bimbang?

Bimbang atau Galau bisa diartikan tidak dapat mengambil keputusan diantara dua pilihan yang ada. Bingung dan tidak dapat menentukan sikap. Memilih A atau B, atau tidak memilih sama sekali.

Apa yang bisa membuat bimbang? Mungkin karena tidak mempunyai keberanian untuk mengambil keputusan yang pasti. Memang, menentukan suatu pilihan tidak mudah. Apalagi kalau diantara pilihan itu sama baiknya. Nah, kalau sudah begini susah memang. Tapi saya pernah mengalami situasi seperti ini, beruntung kala bisa dapat jalan keluarnya.

Apa sih yang harus dilakukan, ketika harus menentukan sikap ;
- tenangkan diri dulu, cari kegiatan yang bisa membuat hati tentram, tapi tetap positif
- bagi kegundahan dengan orang yang bisa dipercaya
- cari refernsi tentang persoalan yang dihadapi, atau tanya orang yang pernah mengalaminya dan apa solusinya
- buat daftar baik dan buruknya untuk masing-masing pilihan
- pilihlah pilihan yang terbaik
- pasrah dengan pilihan yang sudah ditentukan dan bersiap untuk menerima resikonya.

Peninggalan PON 16 di Palembang

Filed Under (CERITA) by darmawan on 17-09-2011

Tagged Under : , , ,

Palembang, Sumatera Selatan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan SEA Games XXVI, bersama Jakarta. Masih ada sekitar 50 hari lebih untuk mempersiapkan pesta olahraga se-Asia Tenggara itu.

Bagi Kota Pempek-sebutan untuk Kota Palembang-menggelar even olahraga besar bukan yang pertama. Palembang pernah menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 16 pada 2004.

Disamping fasilitas olahraga, seperti Stadion Glora Sriwijaya Jakabaring, ada beberapa peninggalan PON waktu itu. Namun, sisa-sisa PON ini tak seberuntung Stadion Glora Sriwijaya dan sarana dan prasarana olahraga lainnya yang kembali direnovasi untuk digunakan kembali pada SEA Games, November mendatang.

Menyelenggarakan PON, Palembang waktu itu menghadapi persoalan dengan sarana transportasi. Ketika itu hanya ada bus kota dan angkutan kota yang bisa jadi angkutan massa untuk menjamu tamu-tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
img00282-20110917-1603
Apalagi waktu itu kawasan Jakabaring masih sepi penduduk. Belum banyak pengusaha angkutan umum yang melayani angkutan penumpang ke daerah itu. Salah satu solusinya diadakan, bajaj sebagai moda transportasi alternatif.

Jumlahnya waktu itu cukup banyak. Terutama untuk rute Ampera-Jakabaring. Semua bajaj selama PON berlangsung dikerahkan ke kawasan Jakabaring. Selesai PON bajaj didistribusikan ke daerah-daerah pinggiran di Kota Palembang.
img00283-20110917-1603
Namun, belakangan menjadi persoalan baru, karena sopir bajaj masuk ke jalan-jalan utama, sehingga menambah kemacetan lalu lintas. Mungkin karena dianggap menimbulkan masalah itulah kini bajaj tak lagi mendapat perhatian. Bajaj pun sudah bisa dibilang punah. Kalau pun masih ada, hanya beberapa saja dan kondisinya sudah sangat memprihatinkan.